Berdasarkan buku yang pernah
saya baca , saya terkesan sekali dengan sebuah tulisan yang berhubungan dengan
apa itu godaan syetan. Sebenarnya syetan dan iblis itu satu jenis hanya
dibedakan sebutannya saja kalau ia sedang mengganggu manusia ia sering di sebut
sebagai syetan dan jika ia dalam keadaan biasa saja disebut iblis.
Iblis memiliki tentara dan
pengikut yang tak terhitung jumlahnya. Ia ada di segala tempat dimana manusia
berada karena tugasnya hanya mengganggu manusia untuk ikut ke dalam golongannya
sampai batas hari akhir yang di janjikan Allah SWT. Syetan pandai menyamar
dalam bentuk rupa yang di kehendakinya. Ia tidaka berbadan seperti manusia dia
termasuk dalam bentuk rohani. Olej karena itu dia bisa memasukki tubuh manusia
dalam perjalanan darahnya tetapi tidak dapat memasuki hati nurani manusia
tempat duduknya iman sebagai mana yang di terangkan nabi muhammad saw. Dalam sabdanya
:
‘sesungguhnya
syetan itu berjalan dalam diri manusia menurut perjalanan darahnya ‘’ hadits
tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim
Saya hendak menerangkan pengaruh
isti’adzah atau a’udzu untuk menolak bissikan syetan. Memang perkataan A’udzu
itu sangat ditakuti oleh syetan.
Terbukti setiap kali kita hendak
membaca Al-Qur’an, Allah perintah supaya kita membaca A’udzu itu , sebagaimana
di terangkan dalam firmanNya ;
fa-idzaa
qara/ta alqur-aana
faista’idz
biallaahi
mina alsysyaythaani
alrrajiimi
Artinya: ,, maka apabila engkau membaca Al-Qur’an, hendaklah engkau membaca ,, A’UDZUBILLAH
MINASY SYAITHANIR RAJIM’’, (surah An-Nahl 98 )
Yang mana
artinya ; aku berlindung kepada Allah dari pada syetan yang terkutuk’’. Perlunya
supaya syetan jangan mengacaukan bacaan kita itu, seperti ditambah, dikurangi,
atau diganti dengan yang lain , sehingga merusak bacaan dan merubah artinya. Begitu
pula saat diperintah untuk benbaca a’udzu ketika menerima gangguan syetan
sebagaimana di terangkan oleh Allah SWT :
,,Dan jika
mengenaimu satu gangguan dari syetan, maka hendaklah engkau berlindung kepada
Alla: sesungguhnya Ia Maha mendengar lagi Maha mengetahui’’. (QS. Al-A’raf
200). Ayat seperti ini juga terdapat pula dalam surah Ha Mim As-Sajdah 36. Bukti
lain lagi seperti yang diriwayatkan oleh Abu Taiyah ia pernah bertanya pada
Abdurahman bin Hunaisy :
“ pernahkah
engkau mengalami zaman Rasulullah s.a.w?” jawabnya : ya pernah mengalami”. Tanyanya
lagi : Bagaimanakah Rasulullah berbuat pada suatu hari, yang beliau hendak
diberdayakan oleh syetan ?”. Ia menjawab ; sesungguhnya pada malam itu syetan-
syetan telah turun dari lembah- lembah dan semak-semak. Diantara mereka ada
satu syetan yang membawa api di tangannya, dengan tujuan membakar wajah
Rasulullah s.a.w. ketika itu juga turunlah malaikat Jibril a.s lalu berkata ; Hai Muhammad !
Bacalah !” Rasullulah bertanya ; .. apa yang harus aku baca ?” Jibril
mengajarkan , bacalah :
Aku
berlindung dengan kalimat- kalimat Allah yang sempurna, dari segala kejahatan
yang ia jadikan dan ia adakan dan ia ciptakan, dan dari kejahatan yang turun
dari langit, dan dari kejahatan yang naik padanya, dan dari kejahatan fitah
malam dan siang, dan dari kejahatan segala penggedor, kecuali penggedor
kebaikan, Ya Tuhan yang Maha Pengasih’’. (riwayat ibnu Jauzi)
Dengan dibacakannya
a’udzu itu, padamlah api syetan dan mereka di halaukan oleh Allh S.W.T ada satu
bukti lagi yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a ia berkata : Adalah rasulullah
s.a.w melindungi cucunya, Hasan dan Husain dengan membaca a’udzu .
Riwayat Bukhari
dan Muslim
Aku lindungi engkau berdua
dengan kalimat- kalimat Allah yang sempurna, dari segala syetan dan jiwa yang
jahat dan dari segala mata yang mempesona. Kemudian Rasulullah bersabda lagi ; begitulah
keadaan bapakku ibrahim shallalahu ‘alaihi wa alihi wa sallam melindungi isma’il
dan ishaq’’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar