ada kalanya manusia dewasa bisa menjadi seperti anak- anak tetapi harus dibatasi mawas diri yang luas untuk menjdi seseorang yang pandai dalam berfikir. terkadang dewasa bisa dianggap sebagai sebuah masalah dari segi pengertiannya. dewasa itu salah satu tahap proses hidup yang mana mau menerima, mengerti, memahami keadaan ataupun orang- orang yang ada disekitrnya.
Entri Populer
-
Data Hasil Pengamatan NO Berat tubuh Hewan Skala kedudukan Eosin per 2 menit 1 2 ...
-
hmm... otak kita ??? apa sih yang bisa kita deskripsikan atau gambarkan mengenai otak ??? buat saya sebenarnya otak adalah tempat atau wa...
-
ada kalanya manusia dewasa bisa menjadi seperti anak- anak tetapi harus dibatasi mawas diri yang luas untuk menjdi seseorang yang pandai da...
-
Berdasarkan buku yang pernah saya baca , saya terkesan sekali dengan sebuah tulisan yang berhubungan dengan apa itu...
-
ini adalah jalan- jalan kami sehabis lebaran, tempatnya di pantai ujung negara kota batik pekalongan, yang berbaju merah itu kaka...
-
air ini merupakan hal yang paling penting yang dibutuhkan oleh mahluk hidup, temen- temen 71 % bumi terdiri dari air (menurut wikipedia ) ...
-
I heard That you're settled down That you Found a girl And you're Married now I heard That your dreams came tr...
-
Bunaken in Manado Bay with an area of 8.08 km ², located on the northern island of Sulawesi, Indonesia. Bunaken is part of the...
-
much less we notice in our lives , but in fact it is sufficient warning for us thank the gods . every day I try to pay atten...
Minggu, 01 April 2012
pembahasan praktikum Respirasi pada jangkrik
Data Hasil Pengamatan
|
NO
|
Berat
tubuh
Hewan
|
Skala kedudukan Eosin per 2 menit
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1
|
0,45
gr
|
0,12
ml
|
0,23
ml
|
0,29
ml
|
0,36
ml
|
0,4
ml
|
|
2
|
0,05
gr
|
0,25
ml
|
0,4
ml
|
0,5
ml
|
0,59
ml
|
0,65
ml
|
Pertambahan sakala pada tiap 2 menitnya
|
NO
|
Berat
tubuh
Hewan
|
PERTAMBAHAN TIAP 2 MENITNYA
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1
|
0,45
gr
|
0,12
ml
|
0,11ml
|
0,06
ml
|
0,07
ml
|
0,04
ml
|
|
2
|
0,05
gr
|
0,25
ml
|
0,15
ml
|
0,1
ml
|
0,09
ml
|
0,06
ml
|
PEMBAHASAN
analisis data
Berdasarkan
percobaan yang kami lakukan didapatkan analisis data pengamatan yang berupa
kenaikan dan penurunan laju pernafasan pada percobaan.
Pada percobaan pertama yang kami
lakukan di 2 menit pertama pada jangkrik yang bertubuh kecil didapatkan
perpindahan titik eosin ( tinta) yang menujukkan skala 0,12 ml dengan
perlakukan yang sama di menit yang ke-4
menunjukkan skala 0,23 ml yang mana terjadi pertambahan 0,11 ml lalu di
menit ke -6 tinta (eosin) bergeser ke 0,29 ml yang mana terjadi pertamabahan
sebesar 0,06 ml dari 2 menit sebelumnya, kami mengujinya lagi di menit ke 8
yang mana masih terjadi laju perpindahan tinta menunjuk ke skala 0,36 ml yang
juga terjadi pertambahan sebanyak 0,07 ml dari skala awal. Untuk pengujian di
menit ke 10 kami melihat masih terjadi pergerakan eosin dari skala 0,36ml
menuju ke skala 0,4 ml dengan pertambahan skala 0,04 ml. Dapat dilihat
perubahan pertambahan skala dari yang awalnya besar menuju ke pertambahan yang
sedikit yaitu dari menit ke 2 sampai menit ke 10 ; dari 0,12 ml ;0,11ml;0,06
ml; 0,07 ml; 0,04 ml terjadi penurunan skala
Pada percobaan ke kedua kami
melakukan hal yang sama dengan percobaan yang pertama dengan tempat, bahan dan
alat yang sama kami melakukan pengujian tetapi dengan object yang berbeda yaitu
jangkrik yang ukurannya lebih besar, pada 2 menit pertama kami melihat skala
yang di tunjukkan oleh eosin adalah 0,25 ml pada menit ke 4 kami melihat
pergerakan eosin menuju ke skala 0,4 ml yang mana terjadi pertambahan 0,15m.
Pada menit ke -6 kami mengamati lagi dan eosin menunjukkan skala 0,5 ml
sehingga terjadi pertambahan 0,1ml pada menit ke-6. Kami mengamati kembali di
menit ke-8 eosin menunjukkan skala 0,59ml itu menunjukkan pertambahan sebesar
0,09ml yang kemudian di menit ke 10 kami mengamati eosin menunjukkan skala 0,65
dan terlihat pertambahan sekitar 0,06 ml. Untuk ukuran jangkrik yang besar ini
analisis data menunjukkan penurunan juga yaitu dengan skala dai
0,05ml;0,25ml;0,15ml;0,1ml;0,09ml;0,06ml.

Pada percobaan tentang pernafasan
pada hewan terutama pada jangkrik ini kami membuat variabel terkontrolnya
adalah jenis jangkrik dan tempat. Variabel bebasnya adalah ukuran ikan dan
waktu. Variabel terikatnya adalah skala pergerakan ikan setiap 2 menit sekali.
Maksud dari penggunaan KOH berbentuk kristal pada percobaan diatas ini adalah sebagai
pengikat gas hasil respirasi dari serangga yaitu gas CO2 yang dihembuskan
ke ruangan respirometer. Penggunaan eosin atau tinta pada percobaan dapat
menunjukkan skala oksigen yang di gunakan pada proses respirasi jangkrik. Yang mana
oksigen di dalam repirometer tersebut dapat dihitung dari skala yang ada
melalui pergerakannya. saat eosin bergerak
maka dapat diketahui jika jangkrik sedang mulai bernafas atau menghirup O2
bebas yang tersedia di respirometer. Kecepatan pernafasannya per 2 menit
dapat dilihat dari pergerakan yang ada pada titik awal skala sampai titik akhir
skala . Pada keduanya jangkrik yang besar ataupun yang kecil laju pernafasannya
melambat setelah menit ke 6 sampai ke 10 ini diakibatkan oleh kondisi O2
yang semakin lama semakin berkurang di ruang respirometer. Pada jangkrik yang
berubuh besar kebutuhan oksigennya lebih banyak dapat dilihat dari data
pengamatan skalanya jauh lebih cepat di banding jangkrik yang bertubuh kecil.
Disini massa atau berat tubuh jangkrik sangat mempengaruhi. Semakin besar tubuh
jangkrik atau organisme maka semakin banyak O2 yang dibuthkan untuk
proses respirasi berarti ukuran tubuh berbanding lurus dengan kebutuhan
oksigen.
KESIMPULAN
Dari percobaan kelompok kami lakukan
dapat di simpulkan beberapa hal terkait dengan pernafasan pada jangkrik yaitu;
1. Jankrik
bernafas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.
2. Fungsi
dari KOH dalam percobaan adalah untuk mengikat gas buangan karbondioksida dari
pernafasan jangkrik.
3. Fungsi
eosin pada percobaan sebagai petunjuk laju kecepatan pernafasan.
4. faktor
– faktor yang mempengaruhi pernafasan pada jangkrik atau hewan adalah ukuran
atau berat badan tubuh jangkrik, ketersediaan oksigen yang cukup dalam ruangan
(respirometer), suhu ruangan.
SARAN
- Keberhasilan percobaan/eksperimen ini tergantung tergantung pada bocor tidaknya alat. Disarankan hubungan antara tabung dan bagian berskala diolesi dengan vaselin lalu diputar-putar.
- Perubahan suhu udara (bila menjadi panas) menyebabkan titik air yang sudah bergerak ke arah tabung dapat bergerak kembali ke arah luar. Oleh karena itu sebaiknya percobaan diadakan dalam waktu perubahan suhu tidak besar. Sebaliknya bila suhu menurun, tetes air cepat bergerak ke arah tabung spesimen.
- Sebelum disimpan, spesimen hewan dikembalikan ke tempatnya dan KOH yang biasanya meleleh segera dikeluarkan dan tabung dicuci bersih. Jika kurang bersih dan tabung tertutup, maka akan terjadi respirometer tak dapat dibuka lagi, karena merekat oleh KOH.
Langganan:
Postingan (Atom)